Jumat, 12 Agustus 2011

Hati Seorang Bapa


Hari Minggu kemarin aku datang beribadah ke gereja dengan suasana hati yang buruk. Rasanya selama beberapa minggu terakhir aku semakin tidak nyaman dengan tempat kerjaku. Aku tidak mengerti kenapa segala sesuatunya seakan di-setting untuk membuat aku merasa tidak betah. Ditempatkan di satu cubicle sendirian. Pekerjaan yang tidak sesuai harapan. Kinerja yang selalu terlihat salah. Beberapa orang yang tidak bersahabat. Ketika semuanya terasa semakin memuncak, aku mulai memberontak pada Tuhan. Kenapa Tuhan, Kau biarkan aku terjebak di sini? Kenapa Kau berikan tempat itu untukku, lalu kemudian membuatku menjadi sulit seperti ini? Aku sungguh tidak mengerti. 

Di tengah ketawaran hati yang aku alami, melalui ibadah hari itu Tuhan memberiku satu ayat, Roma 8 : 28 Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia... 
"Dua minggu yang lalu saya mengirimkan anak perempuan saya yang berusia 9 tahun untuk bersekolah di Wonosobo..." seorang pria pengerja memberikan kesaksian di akhir penyampaian Firman. "Anak saya itu tuna wicara dan tuna rungu. Setelah sekian lama mencari, akhirnya saya menemukan sekolah yang bagus untuknya. Meski lokasinya jauh, di Wonosobo, saya tahu itu adalah sekolah yang terbaik. Rasanya sangat sulit bagi seorang ayah untuk melepaskan anaknya. Saya berharap bisa membuatnya diam di rumah saja, agar dia nyaman dan tidak ketakutan. Tapi saya ingin dia kelak bisa berguna... Saya ingin dia bisa diterima oleh masyarakat..." sejenak pria itu berhenti berbicara, lalu kemudian melanjutkan dengan suara yang bergetar menahan tangis, "Anak saya saat itu meronta-ronta. Dia tidak ingin ditinggalkan sendirian disana... Saya tau dia kecewa dan sakit hati. Dengan perasaan sedih saya peluk dia, saya katakan Ayah minta maaf, kamu mungkin sekarang tidak paham...tapi percayalah Nak, suatu saat kamu akan mengerti, kenapa Ayah melakukan semua ini kepadamu...”

Ya. Tepat seperti itulah yang Tuhan juga sedang katakan kepadaku. Kamu mungkin sekarang tidak paham...tapi percayalah Nak, suatu saat kamu akan mengerti, kenapa Aku melakukan semua ini kepadamu...
Tidak ada rancangan jahat yang Tuhan sediakan bagi anak-anakNya. Meskipun sangat sulit, aku tahu Dia tengah merencanakan kebaikan bagi hidupku. Dan suatu saat, aku akan mengerti kenapa Tuhan mengijinkan semua kesulitan ini terjadi. Dia, adalah Bapa yang mengasihi anakNya.

Banyak perkara...yang tak dapat ku mengerti..
Mengapakah harus terjadi
Di dalam kehidupan ini...
Satu perkara..kan ku simpan dalam hati
Tiada sesuatu kan terjadi, tanpa Allah peduli..
Allah mengerti, Allah peduli..
Segala persoalan yang kita hadapi
Tak akan pernah, dibiarkanNya ku bergumul sendiri
S’bab Allah mengerti...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar