Pada sebuah gallery seni yang mewah, terjadi dialog antara ubin dan patung, yang keduanya terbuat dari marmer.
Ubin : “Hai patung. Aku sungguh iri padamu.”
Patung : “Kenapa kau iri?”
Ubin : “Coba lihat dirimu. Kamu begitu indah. Kamu ditempatkan di tempat yang strategis. Orang-orang berebut ingin melihatmu, dan mereka berdecak mengagumimu. Sedangkan aku? Tidak ada yang melihatku, tidak ada yang mengagumiku. Bahkan mereka hanya lewat untuk menginjak-injak aku. Padahal kita sama-sama terbuat dari marmer, dari bahan yang sama.”
Patung : “Betul ubin, kita sama-sama terbuat dari marmer. Tapi apa yang terjadi pada kita saat itu sangat berbeda. Ingatkah kamu ketika orang-orang itu membentuk aku menjadi sebuah patung? Aku sangat kesakitan ketika alat tajam itu menggoresku berkali-kali untuk mengukirku. Sekian lama aku bertahan ketika mereka membentukku sedikit demi sedikit. Sedangkan saat itu kamu hanya bersenang-senang, tidak perlu merasakan semuanya itu, kamu masih ingat? Aku telah diproses, dan kini aku menuai hasil dari proses tersebut.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar